Unmei Kara Hajimaru Koi atau yang biasa disebut sebagai You Are My Destiny versi Jepang adalah dorama pertama yang saya tonton di tahun 2022 ini. Dorama dengan 10 episode yang naik turun layaknya roller coaster. Dan akhirnya membawa saya untuk melihat versi lain dari series ini yakni versi drachin nya.
- Native Title: 運命から始まる恋
- Also Known As: Fated to Love You , You're My Destiny , Love Starting from Fate , Unmei Kara Hajimaru Koi , 運命から始まる恋 -You are my Destiny-
- Director: Hirabayashi Katsutoshi, Ninomiya Takashi
- Genres: Comedy, Romance, Drama, Family
Di episode awal kita disuguhkan dengan beragam adegan komedi maupun adegan-adegan yang membuat melongo, seperti ketika kedua pemeran utama taknsengaja bertemu, pun ketika sang pemeran utama wanita Aya Sato (Miori Takimoto) yang menjalani hari-harinya sebagai Sticky Notes Girl dan senang membantu pekerjaan orang lain, hingga ketika suatu hari dia hanya dimanfaatkan untuk membayar sebuah acara reuni kelas atas sebesar 100.000 yen, dia pun mau-mau saja serta tidak menolak. Namun tak disangka sesampai di resort pun si pria malah bermain dengan wanita lain.
Di tempat yang sama Kei Ichijo (Takumi Kizu, si Shishi Red di Kyuranger), seorang pewaris tunggal perusahaan besar produsen sabun juga sedang menunggu kekasihnya, Anna, balerina yang berkarir di luar negeri. Kei Ichijo berniat untuk melamar Anna di acara reuni tersebut. Namun, rencana lamaran itu gagal karena Anna lebih memilih karirnya daripada bertemu dengan Kei.
Karena sebuah insiden terjadilah "hubungan singkat tak disengaja" antara Kei dan Aya. Yang ternyata membuat Aya menjadi hamil. Sontak membuat keluarga Aya kaget, dan nenek Kei yang memang menginginkan seorang cicit malah bahagia mendengar berita kehamilan seorang wanita akibat perbuatan cucunya.
Singkat cerita, Kei menikah dengan Aya, walaupun tak dilandasi dengan cinta dan karena "kesalahan sesaat" demi bertanggungjawab pada anak yang dikandungnya. Sempat terbersit pikiran Kei dan Aya untuk melakukan aborsi namun tak jadi dilakukan setelah mendengar suara detak jantung sang bayi.
Karena kelembutan hati Aya, lambat laun Kei mulai menyayanginya. Tapi suatu ketika Anna pulang dalam keadaan cedera kaki, sehingga membuat Kei berusaha menghibur dengan menemaninya, tanpa tahu kondisi Aya yang hampir keguguran karena bersedih atas hal itu.
Merasa bersalah, Kei menyiapkan sebuah dokumen warisan untuk Aya. Mengetahui hal ini Anna tak suka, dan malah memberikan dokumen Persetujuan Aborsi pada Aya. Dengan mengatakan bahwa dokumen itu adalah titipan dari Kei. Di waktu bersamaan Kei menelepon Aya dan mengatakan ingin memberikan sebuah dokumen (yakni dokumen warisan yang masih dipegang Kei) dan Aya bertanya apakah Kei ingin dia menandatangainya (dokumen aborsi). Dijawab "ya" oleh Kei. Sontak saja ini membuat Aya histeris, dia berpikir kenapa Kei ingin membunuh anak dalam kandungannya.
Ketika mereka bertemu, Kei membawa dokumen warisan untuk meminta tanda tangan Aya, namun di benak Aya itu adalah dokumen Aborsi, jadi sekuat tenaga dia berlari menghindar hingga tertabrak sebuah mobil dan mengalami keguguran. Aya masih menganggap Kei yang membunuh anaknya, sehingga dia menjadi trauma setiap bertemu Kei dan menjadi gadis murung.
Melihat ibunya selalu berdoa agar senyum Aya kembali, membuat hatinya tersentuh. Sehingga memutuskan untuk pergi ke Okinawa untuk belajar seni memahat, dan mulai melepaskan Kei. Di perjalanan dia dikejar oleh Kei, Aya yang sudah bisa memaafkan hanya bisa mengatakan terima kasih karena Kei telah membantunya mencintai diri sendiri, dan sekarang saatnya dia untuk pergi agar bisa lebih percaya diri lagi, jika sekarang dia tidak pergi, dia pasti akan menyesal.
Kei hanya bisa melepaskan dan mendoakan kebahagiaan untuk Aya, sambil berlinang air mata melihat kepergian Aya bersama Hayato, teman yang selalu ada dan mendukung Aya serta sering membuat Kei cemburu karenanya. Dan akhirnya walau berlinang air mata, Aya bisa tersenyum kembali...
Begitulah singkat cerita dorama ini, endingnya agak nanggung ya, gemess banget rasanya haha. Dan alurnya terasa cepat sekali serta sedikit memaksakan. Mungkin karena hanya terdiri dari 10 episode kali yaa...
Semoga saja ada season keduanya untuk menghilangkan kebagongan ketika melihat ending dorama ini.
Dari drama ini saya bisa sedikit mengambil kesimpulan bahwa witting tresno jalaran soko kulino, cinta datang karena terbiasa. Dimana sang pemeran utama Kei yang lambat laun mulai menyimpan rasa suka pada istrinya, yaaa walaupun agak kurang bisa tegas sih ya ketika sang mantan muncul.
Selain itu dari dorama ini saya menjadi tau bagaimana seharusnya kita bersikap kepada suami, seperti layaknya sosok Aya Sato yang selalu mendukung dan percaya pada keputusan sang suami. Dan ada pula sedikit hal yang mengusik saya yaitu tentang kesalahpahaman. Dari dorama ini kita diajarkan pentingnya komunikasi dalam sebuah rumah tangga dan menghindari kebiasaan berasumsi.
Penutup
Demikian sedikit pandangan saya tentang dorama ini, semoga bermanfaat dan mohon maaf apabila ada yang kurang ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar